Jumat, 10 November 2017

Misteri Buntalan Pintalan Rambut Perempuan yang Menggerakkan Laki-laki


Abdullah bin Abdul Khaliq menceritakan, pasukan Romawi menangkapi para muslimah. Beritu pun terdengar Amirul Mukminin, Harun ar-Rasyid.

Manshur bin Ammar ditanya, “Seandainya kamu menjadi juru bicaraku untuk mengajak orang-orang berperang bagaimana?” Dia pun menyanggupinya.

Ketika sedang mengajak dan membujuk orang-orang berperang, mendadak ada sebuah buntalan dilempar ke arah Manshur. Apakah isi buntalan tersebut? Ada misteri yang menyelimuti pikiran Manshur. Saat dibuka, ada secarik kain yang berisi tulisan beserta potongan rambut.

Dia buka. Lalu dibacakan isi secarik kain yang penuh misteri itu. Begini bunyinya: “Aku adalah seorang budak wanita yang bekerja di salah satu rumah penduduk Arab. Aku dengar apa yang dilakukan bangsa Romawi terhadap muslimah. 

Aku juga mendengar ajakan engkau kepada orang-orang untuk berperang. Karena itu aku sengaja mengambil sesuatu yang berharga yang ada di badanku yaitu kedua anyaman rambutku. Aku potong dan sertakan pada kain ini. 

Demi Allah, aku dukung engkau! Sebagai bukti adalah potongan rambut itu ketika kujadikan sebagai tali pengikat para penunggang kuda yang berjihad di jalan Allah. Aku berharap semoga Allah melihat dan merahmati apa yang kulakukan ini.”

Abdullah bin Abdul Khaliq melanjutkan, “Amirul Mukminin dan orang-orang menangis saat mendengar isi tulisan itu. Harun Ar-Rasyid langsung memerintahkan pada anak buahnya untuk meniupkan genderang perang dan memimpin sendiri peperangan itu. Berkat rahmat Allah mereka berhasil mengalahkan pasukan Romawi.

Perempuan itu bernama Maisun. Berasal dari kota Damaskus (607 H). Empat orang saudaranya syahid dalam perang melawan zionis. Ketika para wanita datang menghiburnya, dia berkata, “Kita tidak membentuk kaum lelaki yang membawa pedang.”

Lalu, dia potong rambutnya dan menganyamnya menjadi tali kekang kuda. Para muslimah yang lain mengikuti apa yang dilakukan Maisun. Dan dikirimkan pintalan-pintalan itu ke Imam Masjid Besar Al-Umawi.

Mendapat kiriman itu, sang imam langsung berdiri di atas mimbar.Lalu bersuara lantang, “Jika kalian adalah laki-laki yang tidak berani perang, berikan jalan bagi kaum wanita dan ambil pensil dan celak mata mereka. Jika tidak, ambil kuda-kuda kalian, ini tali kekang kuda kalian yang dibuat para wanita dari rambut mereka. Sebab, mereka tidak memiliki barang yang bisa diberikan kecuali rambut ini.”

Usai orasi, dia lemparkan pintalan-pintalan rambut itu ke kepala para lelaki dari atas mimbar. Refleks, mereka langsung lompat bangun dan berteriak dengan penuh semangat. Mereka langsung lari menghampiri kuda-kuda mereka dan siap menjemput syahid. Akhirnya, kemenangan sukses diraih.

Maha Besar Allah dengan segala firman-firmanNya. [Paramuda/BersamaDakwah]

Senin, 06 November 2017

Membedakan Hujan yang Bermakna Azab dan Kebaikan


Setelah sekian hari udara begitu panas dan gerah, Allah SWT turunkan rintik-rintik yang merdu bernama hujan. Kehadirannya tampak begitu menyenangkan semua orang.

“Alhamdulillah, akhirnya turun hujan. Allahumma shayyiban nafian,” tulis seorang kawan melalui laman jejaring pertemanan.

Tentu Anda mengalami hal yang sama. Di laman-laman percakapan dan tulisan banyak yang mengungkapkan kegembiraan atau kesyukuran.

Hujan yang turun itu adalah rahmat. Lalu bagaimana dengan hujan yang bermakna azab?Hujan dalam bahasa Arab, tepatnya di dalam Al-Qur’an ada dua istilah.

Hujan yang memiliki makna azab
Dalam Al-Qur’an biasanya disebut dengan istilah مطر. Perhatikan beberapa surat dalam Al-Qur’an berikut ini:

Surat Al-A’raf 84
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

Surat Asy-Syu’ara 173
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖفَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

Annaml 58
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖفَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

Hujan yang bermakna kebaikan
Hujan yang mendatngkan kebaikan atau rahmat biasanya disebut dengan istilah ghaits غيث lihat surat Asy-Syura 28.

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Akan tetapi, secara umum, hujan tetap saja dibilang rahmat meskipun dampaknya tergantung bagi yang menerima. Yang beriman akan selalu bersyukur apa yang telah Allah limpahkan atau tegar menghadapi apa yang Allah ujikan. Wallahua’ lam. [Paramuda/BersamaDakwah]

Apa Jaminan Semua Muslim Akan Masuk Surga?


Siapa yang tak ingin masuk surga? Ini tentu sebuah pertanyaan retoris. Tidak hanya orang Islam, orang munafik yang getol menonjok Islam dari dalam juga pengin masuk surga. Pertanyaannya sekarang; apa yang dapat menjamin masuk surga?

Apabila dalam Islam tak ada jaminan lalu dalam apa kita mendapatkannya?

Kita sering mendengar kata “Pada akhirnya umat Islam akan masuk surga semua”. Lalu dari mana kita mengatakan bahwa ‘pada akhirnya’ semua orang Islam akan masuk surga? Ada dalilnya kah?

Ya, memang ada dalilnya. Dalam beberapa hadits nabi yang shahih, kita menemukan landasan atas hal itu.

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berkata tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah, tanpa perasaan ragu, kecuali dia masuk surga.”

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menemuiku di balik dinding ini dengan bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dengan meyakini di dalam hati, maka berilah padanya kabar gembira dengan surga.”

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tiada Tuhan selain Allah, masuk surga.”

Dari Utsman bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan neraka buat orang yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah dengan mengharapkan wajhallah”.

Lalu, apalagi?

Setiap kaidah selalu ada pengecualian. Termasuk tentang masuk surga ini. Kalau seseorang sudah punya iman (serta mengikrarkan dua kalimat syahadat), namun kerap atau masih memiliki banyak dosa maksiat yang dibawa mati, dan Allah SWT belum memberikan ampunan, tentu saja simpanan dosa harus ditebus terlebih dahulu dengan siksa di nar. Neraka.

Penebusan dosa di neraka inilah yang seharusnya muslim takutkan, terutama mereka yang selalu berlimpah ruah dosanya. Semua perbuatan baik yang besar atau yang kecil, akan dilihat oleh Allah.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya pula. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya pula. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Satu-satunya jalan keluar agar tetap bisa masuk surga tanpa harus lewat neraka terlebih dahulu adalah dengan membersihkan diri dari noda bernama dosa, maksiat dan pembangkangan diri dari perintah Allah. Itu artinya, kita harus jadi orang muslim yang taat, bukan hanya taat beribadah dan menjalankan ritual, melainkan juga taat dalam arti tidak melanggar larangan dan hal-hal yang diharamkan Allah.

Jika seseorang terlanjur melakukan dosa dan maksiat, maka hal yang harus dikerjakan secepatnya adalah berhenti dari dosa tersebut, bertaubat. Kembali kepada jalan yang diridhai Allah. Apa pun resikonya.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran: 133)

Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.(QS. An-Najm: 32)

Rabu, 25 Oktober 2017

Kisah Kopassus di Mount Everest, Diselamatkan Allah Berkat Adzan


Mount Everest adalah gunung tertinggi di dunia. Puncak Everest di perbatasan Nepal – Tibet, ketinggiannya mencapai 8.848 meter. Mencapai puncak gunung itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi pendaki, bahkan membuat harum nama negara.

Pratu Asmujiono, seorang Kopassus berusia 25 tahun, adalah orang Asia Tenggara pertama yang mencapai puncak itu pada 26 April 1997. Prestasinya membuat banyak orang kagum. Tetapi, kisah spiritualnya di puncak tertinggi itu tak kalah mengagumkan.

Awalnya, misi pendakian ini diprakarsai oleh Danjen Kopasus Mayjen TNI Prabowo Subianto. Mengingat betapa bahayanya pendakian tersebut, Prabowo sempat dianggap gila. Namun ia bergeming. 

Ia kumpulkan yuniornya di Kopassus dan pecinta alam. Prabowo ingin mengalahkan negara-negara tetangga yang sudah bicara ke media akan mencapai puncak gunung tersebut.

“Apa kita rela mereka mendahului kita?. Olimpiade bisa empat tahun sekali, piala dunia bisa empat tahun sekali. Mendaki Puncak Everest itu sekali dalam sejarah,” katanya memotivasi.

Gayung bersambut. Kopassus dan pecinta alam Indonesia siap menaklukkan misi ini. Maka Tim Nasional Indonesia yang terdiri dari Kopassus, Wanadri, FPTI dan Mapala UI pun berangkat. Mereka melakukan pendakian melalui jalur selatan Nepal pada 12 Maret 1997.

Setelah melalui 46 hari, akhirnya Asmujiono sampai ke puncak Everest. Lelah, tentu. Tetapi dalam lelahnya fisik, Asmujiono merasakan kesyukuran yang luar biasa. 

Ia juga menyaksikan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dengan berani, ia membuka masker oksigennya. Ia ingin bertakbir dan mengumandangkan adzan di puncak tertinggi di dunia itu.

“Allahu akbar… Allaahu akbar..” ia berkumandang lantang, meskipun dadanya sesak berada di ketinggian itu. Tanpa asupan oksigen yang cukup disertai cuaca buruk dan dingin yang membekukan. Ia mengalami sinus akut seusai pendakian.

Para dokter dari berbagai negara heran, bagaimana Asmujiono bertahan. Ia masih hidup, meskipun seperempat otaknya sempat membeku. Jika orang lain yang mengalami, mungkin ia tinggal nama.

“Asmujiono diselamatkan oleh Allah karena keberaniannya mengumandangkan takbir, memuji kebesaran Allah SWT di Puncak Negeri Para Dewa, tanpa dia menghiraukan keselamatan jiwanya,” kata dokter Akbar seperti dikutip bazooka-army.org.

Nama Indonesia pun menjadi harum dengan berkibarnya merah putih di sana. “Prestasi gemilng ini menunjukan bahwa Indonesia sebagai negara Asia tenggara pertama yang berhasil mencapai Puncak Tertinggi di dunia, mendahului negara Asia tenggara lainnya yang juga mengirim Tim Ekspedisi ke Mount Everst,” tulis situs resmi Kopassus. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

Menggoda Pasangan Halal Orang Lewat WA


Telepon genggam dan diri adalah seperti hal yang tak terpisahkan di masa kini. Di sana ada aplikasi perbincangan yang panjang lebar bernama WhatsApp (WA). Ada ruang-ruang untuk berkhalwat, dengan mereka yang tak layak untuk dihalali.

Dalam keadaan sendiri dan aplikasi perbincangan, saat itulah setan datang menggoda. Agar dia tetap mengejar cintanya meski si dia sudah bersuami.

Setan tahu pun bahwa si dia punya WA juga. Setan pun menggodanya untuk tetap merebutnya dengan berbagai jurus yang menghunus.

Setan tak berbisik hanya memotivasi agar tetap mengejar sang impian. Seolah hanya dia saja perempuan di jagad ini yang paling cantik dan aduhai. Padahal di rumah sudah ada bidadari yang perlu diperhatii. Namun memang dasar setan, memang tugasnya menggoda dan mengganggu. Tugasnya mengajak agar manusia terjerumus kepada maksiat.

Tak puas di WA, tiap menengok fesbuk selalu pertama kasih like dulu di statusnya. Kemudian meneliti lebih detail dan memperhatikan statusnya, pasti ada yang mengandung curahan hati. Apabila sudah curhat, “Tandanya kamu bisa masuk ke alamnya,” bisik setan dengan halus.

Siapa yang tak suka diberikan perhatian di dunia? Di saat dunia makin gembel dengan kasih sayang. Setan masih sama, “Kasih perhatian deh coba, siapa tahu dia kurang perhatian dan perhatianmu akan menjadi pahlawan pembela kecurhatan,”.

Terus, terus dan jangan menyerah memberi perhatian. Ia layak untuk dikejar, demi cinta yang bergemuruh di dada. Agar gundahmu segera lindap, diganti dengan bahagia dengan dua bidadari dunia. Setan terus membisikkan gangguannya. Dengan pelan-pelan, menyusup hingga ke dalam. Memberikan alternatig jawaban-jawaban yang masuk dalam pikiran.

Bagi yang beriman, setan menggoda orang yang salah. Yang beriman tak akan segera mengikuti godaan setan. Dia masih bisa berpikir. Allah masih menjaganya. Ia tak mau terseret pada hal yang bikin mampet. Ada dosa, ada neraka. Tak mau menambah gundah gulananya meski tampak manis gulali.

Nasihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berjogging di kepalanya. Rasul melarang takhbib, yaitu merusak hubungan rumah tangga orang, memengaruhi istri agar cerai dari suami.

Menanggung gundah lebih baik ketimpang menanggung dosa takhbib. Kasihan si suami merana jika istrinya minta cerai gara-gara dia sang laki-laki penebar pesona. Pertaruhkan rumah tangganya. Pertaruhkan keceriaan anak-anaknya.

Allah pun nanti akan murka. Apabila Allah murka bisa jadi nanti semuanya sirna dalam hitungan masa.

Selasa, 24 Oktober 2017

Jika Menabrak Kucing Akan Terjadi Sesuatu, Benarkah?


DARI beberapa hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kita ketahui ada beberapa hewan yang boleh dibunuh dan ada hewan yang dilarang untuk dibunuh. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim 2924).

Termasuk hewan yang mengganggu manusia walaupun tanpa adanya perintah untuk membunuh hewan tersebut. Seperti binatang buas yang membahayakan, nyamuk, semut yang mengganggu, kecoa yang mengganggu, tawon yang ganggu atau lalat.

Lalu bagaimana dengan kucing? Tentunya kita pasti sudah sering mendengar hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa ada seorang wanita yang mengurung kucing yang membuatnya masuk ke dalam neraka.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari 2365 dan Muslim 5989).

Maka ketentuan untuk bolehnya membunuh hewan-hewan yang menganggagu, tidak termasuk di dalamnya kucing.

“Jika ada orang membunuh seekor burung atau yang lebih kecil dari itu, tanpa alasan yang benar, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban hal itu kepadanya.”

Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, Apa haknya?”

“Dia sembelih untuk dimakan, tidak mematahkan lehernya kemudian dibuang.” (HR. Nasai 4349).

Lalu bagaimana jika kita menabrak kucing? Benarkah kecelakaan akan menimpa kita atau mitos-mitos lainnya yang beredar di masyarakat?

Jika menabrak kucing ini di luar kesengajaan manusia, maka dia tidak menanggung resiko apapun. Kecuali jika hewan itu milik orang lain. Maka dia menanggung gati rugi ke pemiliknya.

Allah berfirman,

“Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. al-Ahzab: 5).

Maka ketika kita menambrak kucing tidak sengaja, maka itu tidak mengapa. Dan mengenai mitos-mitos yang beredar di masyarakat, itu tidaklah terdapat dalam dalil-dalil al-Quran maupun hadits.[]

Kisah Nyata Mahasiswi Kedokteran, Berjilbab Setelah Membedah Mayat


Beliau kini telah menjadi dokter spesialis dan memimpin klinik mata dengan sejumlah cabang di berbagai kota. Ini kisah nyatanya saat masih menjadi mahasiswi kedokteran. Uyik Unari, dr, Sp.M.

Peristiwa yang kemudian menjadi titik hijrah ini terjadi pada tahun 1989. Saat itu, selama satu semester, ia harus mengikuti praktikum anatomi tubuh manusia.

“Tidak terbayang sebelumnya, setiap hari selama satu semester saya harus berhadapan dengan cadaver, mayat yang telah diawetkan,” kenangnya.

Pelajaran dan praktikum anatomi membuat mahasiswa kedokteran memahami seluruh anatomi tubuh manusia. Mulai organ tubuh yang besar hingga pembuluh darah dan syaraf. Yang dirasakan berat, mengetahui dengan tepat letak, bentuk dan nama-nama setiap bagian tubuh manusia dengan bahasa latin.

“Saya nyaris putus asa di semester anatomi ini,” lanjut dr Uyik.

Hari itu, pertama kali memasuki ruang praktikum. Semua mahasiswa telah rapi dengan jas putih masing-masing. Begitu masuk, aroma formalin langsung menusuk hidung dan membuat mata perih. Sepuluh cadaver telah menanti mereka. Sekitar 150 mahasiswa dibagi menjadi sepuluh kelompok, dengan satu cadaver untuk masing-masing kelompok.

“Terus terang saya gemetar melihat cadaver yang terbujur kaku di meja kayu itu.”

Para mahasiswa segera memulai membedah cadaver setelah mendengar penjelasan dosen pembimbing tentang tata caranya. Namun, tidak demikian dengan dr Uyik. Ia memandangi cadaver itu sembari merenung. “Ya Rabb, suatu saat saya juga akan jadi mayat seperti cadaver ini.” Terbayang bagaimana tak ada yang bisa menolong saat itu kecuali amal shalih.

Saat itu, dr Uyik telah mulai belajar Islam bersama kakak-kakak angkatannya. Setiap Jum’at mereka bertemu untuk tilawah, tazkiyah dan taklim. Mengkaji Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi dengan bimbingan seorang Ustadz.

Sesampai di rumah selepas praktikum, ia masih terus memikirkan tentang cadaver. “Bagaimana kalau tiba-tiba Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut nyawa saya sementara amal shalih belum cukup untuk bekal di akhirat?”

Renungan itu menyadarkannya. Ia berjanji dalam hati untuk senantiasa mentaati Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia pun membulatkan tekad untuk menutup aurat. Berjilbab.

Kini, selain mengelola klinik mata, keluarga dr Uyik juga mengambil peran untuk membantu setiap muslimah berjilbab. Lebih dari sejuta jilbab Pasmira telah terjual ke berbagai kota dengan penjualan offline. Dan saat ini, Pasmira sedang melebarkan sayap di jalur online dengan membuka peluang reseller.

Yang istimewa, Reseller Pasmira mendapat poin reward setiap pembelanjaan dan akan diakumulasikan selama satu tahun. Berbagai reward menanti, di antaranya adalah umroh. Tertarik? Klik banner reward umroh di bawah ini.