Tampilkan postingan dengan label AL-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL-Quran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

Mengapa Tak Ada yang Hafal Alkitab? Jawaban Pendeta Ini Jadi Senjata Makan Tuan


Dalam sebuah forum debat terbuka, seorang muslimah bertanya kepada pendeta yang menjadi narasumber, adakah orang yang hafal Alkitab sebagaimana banyak muslim yang hafal Al Qur’an?

Bukannya menyajikan fakta atau alasan rasional, jawaban pendeta tersebut justru terkesan merendahkan Al Qur’an. Ia menyebut Al Qur’an mudah dihafal karena sangat tipis.

“Di dunia ini tak mungkin ada orang yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, tidak mungkin baginya hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal,” jawab pendeta bertitel doktor teologi itu.

Mendapati jawaban ini, H. Insan LS Mokoginta ‘merebut’ mic dari muslimah tersebut dan melanjutkan pertanyaan.

“Maaf pak Pendeta, tadi bapak mengatakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapal di luar kepala. Tapi pak Pendeta, setipis-tipisnya Al Qur’an itu ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. 

Bahkan anak kecil pun banyak juga yang hapal di luar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja di luar kepala (1/66 saja), semua yang hadir di sini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi!”

Mendengar pertanyaan dan tantangan ini, forum menjadi tegang. Kalangan muslim khawatir pendeta tersebut benar-benar hafal karena konsekuensinya sangat berat, Insan harus masuk Kristen lagi. Namun ketegangan juga tampak dari wajah pendeta dan pendukungnya. 

Ada beberapa pendeta yang hadir pada saat itu, mereka semua terdiam dengan wajah menegang. Ternyata tak ada yang hafal Alkibat walau satu ‘surat’.

Mengetahui para pendeta tak ada yang hafal, Insan menurunkan tantangannya. Tak perlu satu ‘surat’, cukup satu lembar saja.

“Maaf pak Pendeta, usia Anda ada yang sekitar 40, 50 dan 60 tahun bukan? Jika ada di antara pak Pendeta yang hapal satu lembar saja bolak-balik ayat Alkitab tanpa keliru titik dan komanya, saat ini semua peserta menjadi saksinya, saya kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!”

Suasana menjadi lebih tegang. Umat Islam khawatir karena Insan mempertaruhkan keimanannya demi hafalan sekecil itu. Namun Insan yakin tak ada yang bisa menghafalnya.

Dan ternyata benar. Wajah-wajah pendeta dan kaum nasrani ini tampak lesu. Tak ada satu pun yang berani menjawab tantangan Insan. Bahkan ketika insan menantang seluruh hadirin, tidak hanya pendeta yang berada di depan. Tak ada yang berkutik.

“Mengapa Al Qur’an mudah dihafal? Karena ia kalamullah. Mukjizat. Mengapa tak ada yang hafal Alkitab? Karena ia bukan mukjizat,” demikian simpul Ihsan sembari menjelaskan bahwa cetakan tahun berapapun dan di negara manapun, Al Qur’an pasti sama. 

Ketika satu negara mengadakan musabaqah tilawatil Qur’an dan didengar penduduk negara lain, niscaya bisa diikuti dan dinilai bacaan itu benar atau salah.

Kesimpulan Ihsan itu membawa kegetiran tersendiri bagi orang-orang yang tak suka mendengarnya. [Ibnu K/Bersamadakwah]              

Jumat, 12 Mei 2017

SUBHANALLAH!!! Ini Reaksi Non Muslim Ketika Mendengar Ayat AL-Quran

Video berdurasi lima menit, yang menunjukkan bagaimana reaksi non-Muslim saat pertama kali mendengar lantunan indah ayat suci al-Quran membuat heboh jagat maya.Bayangkan saja, baru tiga minggu diunggah, video tersebut sudah ditonton oleh lebih dari satu juta pengguna YouTube.

Itu belum termasuk netizen yang menyaksikannya melalui media sosial lain, seperti Facebook.
Adam Saleh, pria 22 tahun asal New York City, Amerika Serikat, berinisiatif melakukan eksperimen sosial dengan memperdengarkan al-Quran kepada non-Muslim, tanpa memberitahu mereka bahwa itu adalah kitab suci umat Islam.

Mengejutkan, tapi dapat diduga, semuanya memberikan respon positif saat Saleh menanyai pendapat dan apa yang mereka rasakan setelah mendengar bacaan al-Quran.
Kebanyakan non-Muslim di dalam video tersebut mengaku merasa tenang setelah mendengarnya.
"Bacaan tadi membawaku ke alam lain," ujar pria pertama dalam video yang sempat memejamkan mata saat mendengar al-Quran.

"Yang saya rasakan, seolah-olah dunia menghilang dalam beberapa saat. Saya begitu menghayatinya. Saya merasa tenang dan damai."

" Saya tidak tahu ini apa, tapi saya merasa sedang berada di dunia lain dan ini membuat saya fokus" , komentar seorang pria usai mendengarkan bacaan Alquran ini.

Walau banyak yang tidak mengetahui apa yang sedang mereka dengarkan, tak sedikit yang berkomentar bahwa usai mendengar bacaan Alquran membuat dirinya menajdi tenang.

" Mendengarkannya membuat saya menjadi tenang" , ungkap salah seorang wanita.

Lihat Videonya yang sudah diterjemahkan